28 September 2026
Admin Padukuhan
3x dibaca
Tradisi Kothekan Lesung, Warisan Budaya Warga Gangsalan Lor Menjelang Hajatan
Kothekan Lesung, Tradisi Guyup Rukun Menjelang Hajatan
Gangsalan Lor, Nglindur – Tradisi kothekan lesung atau gejog lesung masih dilestarikan oleh warga Padukuhan Gangsalan Lor sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang pelaksanaan hajatan, baik mantu maupun ngunduh mantu.
Kothekan lesung dilakukan secara bersama-sama oleh warga dengan memainkan lesung dan alu sehingga menghasilkan irama khas yang menjadi penanda sekaligus penyemarak suasana menjelang hajatan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan di lingkungan rumah keluarga yang akan mempunyai hajat.
Bagi masyarakat Gangsalan Lor, kothekan lesung bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, gotong royong, dan kebersamaan warga. Suasana penuh kegembiraan dan guyup rukun terlihat ketika warga berkumpul dan bersama-sama memainkan lesung.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan tradisi kothekan lesung menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian warga Padukuhan Gangsalan Lor dalam nguri-uri budaya leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui tradisi ini, semangat guyup rukun, gotong royong, dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat, menjadikan setiap hajatan bukan hanya sebagai acara keluarga, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.
Kembali ke Berita